Urutan Mainan untuk Tiga Tahun Pertama Usia Anak

Anak usia 1-2 tahun. Menurut pendapat psikolog Robin Goodman, Ph.D., direktur AboutOurKids, website dari NYU Child Study Center, yang disampaikan kepada Parents, anak akan tertarik dengan proses sebab dan akibat, sehingga akan menyenangi mainan yang bisa memberikan reaksi.

16

Urutan Mainan Selama Tiga Tahun Pertama Usia Anak

Sudah menjadi fitrah bagi anak kecil untuk bermain, dan dengan permainan anak akan mempelajari sesuatu. Karena itulah mainan berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tapi sering terlihat bukan, mainan kado atau pemberian dari orang lain terkadang tidak tersentuh. Antara anak itu tidak atau belum mengerti, atau mainan itu sudah dinilai terlampau membosankan dan tidak menarik. Semua berkaitan erat dengan jenis dan macam permainan, apakah sudah sesuai dengan usia dan titik perkembangan anak tersebut. Dan karena permainan juga merupakan media anak untuk mempelajari sesuatu, penting untuk mengetahui mainan apa yang harus diberikan kepada anak, sesuai dengan usia anak tersebut.

Anak usia 0-6 bulan. Menurut BabyCenter, anak yang baru lahir mencari mainan yang bisa mereka lihat dan dengarkan, sebelum belajar untuk menggapainya, dan memasukkan ke dalam mulut. Mainan yang memiliki pola kontras dan warna terang sangat menarik bagi mereka karena mudah dilihat. Mereka juga menyenangi suara dan musik yang lembut. Mainan yang bergerak pelan dan mengeluarkan suara lembut akan lebih menarik bagi mereka. Pastikan juga mainan itu aman untuk dimasukkan ke dalam mulut. Mainan-mainan yang sesuai antara lain mainan genggam, kotak musik, mainan gantungan, cermin yang anti-pecah, mainan sensorik, kecrekan, boneka lembut, dan sejenisnya.

Urutan Mainan Selama Tiga Tahun Pertama Usia Anak
Urutan Mainan Selama Tiga Tahun Pertama Usia Anak

Anak usia 6-12 bulan. Ketika anak sudah bisa duduk, mereka menyenangi mainan yang bisa mereka manipulasi, seperti dipukul disusun, dijatuhkan, dibuka-tutup, dimasuk-keluarkan, sesuai yang dikutip dari Sheknows. Ketika mereka sudah bisa merangkak dan berjalan, akan menyukai mainan yang bisa mengikuti mereka. Mainan-mainan yang sesuai antara lain mainan susun, kotak-kotak lembut, mainan ketika mandi, boneka lembut, mainan yang bisa berbunyi, mainan gigitan, buku untuk dibaca bersama-sama, dan sejenisnya.

Baca juga:   Tips Berkomunikasi Secara Efektif Dengan Anak

Anak usia 1-2 tahun. Menurut pendapat psikolog Robin Goodman, Ph.D., direktur AboutOurKids, website dari NYU Child Study Center, yang disampaikan kepada Parents, anak akan tertarik dengan proses sebab dan akibat, sehingga akan menyenangi mainan yang bisa memberikan reaksi. Mainan seperti itu bisa sekalian melatih keterampilan motorik baru anak. Mainan-mainan yang sesuai antara lain mainan yang bisa disusun sampai tinggi, mainan yang akan berbunyi saat ditarik, mainan yang mengeluarkan sesuatu saat dibuka, mainan alat musik pukul, mainan klasifikasi bentuk, dan sejenisnya. Mainan yang menyebut angka dan huruf saat ditekan bisa sebagai media pengenalan bahasa, meski anak masih jauh terlalu muda untuk belajar menghitung ataupun membaca.

Anak usia 2-3 tahun. Keterampilan fisik anak di usia ini sedang berkembang, sehingga akan menyenangi mainan yang bisa menemani mereka melompat, memanjat, atau melempar. Kemampuan motorik halus, yakni koordinasi gerakan jari tangan dan mata juga semakin membaik. Parents juga menekankan bahwa mereka mulai suka bermain pura-pura atau meniru perilaku orang di sekitar mereka. Mainan-mainan yang sesuai antara lain bola, peralatan arena bermain di lahan terbuka, mainan bongkar pasang, boneka bayi, mainan alat masak dan reparasi, rumah-rumahan, mainan kendaraan untuk dinaiki, dan sejenisnya.