Olahraga yang Tepat untuk Anak

7
anakOR - Olahraga yang Tepat untuk Anak
Memilih Olahraga Anak – pediatriccenterofroundrock

Sebagai orang tua pasti ingin mempunyai anak yang sehat dan aktif, dan sebagian orang tua menerapkan kebiasaan berolahraga sedari anaknya masih kecil. Tetapi apakah olahraga yang diterapkan ke anak adalah olahraga yang tepat untuknya?

Menurut Mayo Clinic, olahraga untuk anak itu dibagi menjadi 3 level usia. Usia balita dan pra-sekolah, atau biasa dikenal Paud di Indonesia, usia awal sekolah dan usia pra-remaja.

Untuk anak usia pra-sekolah 2-5 tahun, sebaiknya diajarkan gerakan-gerakan dasar olahraga. Contohnya gerakan olahraga seperti berlari, bersepeda, menari, berenang dan gerakan melempar-menangkap. Tetapi jika si kecil punya passion untuk olahraga yang lebih berat seperti sepak bola atau beladiri, maka sebaiknya dimasukkan kedalam klub olahraga khusus balita. Karena sebenarnya mereka lebih suka mengejar bola atau gerakan melompat dalam beladiri. Otot mereka masih lemah di usia ini dan jika dipaksakan berolahraga berat bisa berdampak buruk ketika mereka besar nanti. Maka jangan terlalu memaksakan si kecil untuk berolahraga fisik di usia ini.

Screenshot 6 - Olahraga yang Tepat untuk Anak
Olahraga yang disukai anak – Expatdubai

Usia awal sekolah berkisar 6-9 tahun. Anak di usia ini sudah bisa untuk berkonsentrasi dan otot mereka sudah mulai berkembang. Mereka juga sudah bisa mengikuti arahan dan sangat tepat jika dimasukkan kedalam klub olahraga yang serius atau kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolahnya. Olahraga yang cocok untuk anak usia ini adalah lari, senam, tenis, beladiri dan berenang.

Baca juga:   Yang Perlu Dipertimbangkan Mengenai Makanan Rendah Lemak

Usia pra-remaja itu berkisar 10 tahun keatas, di usia ini mereka sudah memiliki otot yang kuat, kemampuan koordinasi dan keseimbangan yang lebih baik. Mereka sudah memiliki kemampuan memahami dan mengingat strategi olahraga. Olahraga yang cocok olahraga berkelompok seperti sepak bola, bola basket dan bola voli.

Ingat akan kemampuan dan keinginan anak, jika ternyata anak anda termasuk anak yang pemalas dalam berolahraga, atau malah menyukai banyak olahraga, maka sebaiknya jangan terlalu dipaksakan anak dalam satu olahraga tertentu. Coba tetap berusaha berpikiran terbuka, mungkin dia punya kegiatan lain yang lebih ia sukai dibandingkan berolahraga dan tetap mendukung keputusan anak dalam memilih olahraga apakah yang ia sukai.