Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi DPT dan Campak

Penyebab demam pada anak tentu beragam. Bisa karena terinfeksi virus, daya tahan tubuh yang menurun atau mungkin karena usai melakukan imunisasi. Ya, bagi Ibu yang baru saja mengantarkan si Kecil untuk imunisasi biasanya cemas karena kemudian menimbulkan efek demam pada anak.
Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi DPT dan Campak

Demam pada anak yang disebabkan karena imunisasi seharusnya tidak menjadikan kekhawatiran. Sebab, menurut medis demam yang muncul usai imunisasi tertentu adalah hal yang wajar. Demam timbul akibat reaksi tubuh yang baru saja menerima vaksin tertentu dalam imunisasi yang dilakukan. Jadi, untuk mengatasinya Ibu tidak perlu panik dan cemas. Berikut ini adalah beberapa cara yang perlu Ibu tahu saat di kecil terserang demam usai diimunisasi.

Kenali Vaksin

Ibu harus mengetahui bahwa demam usai melakukan imunisasi adalah hal yang wajar. Imunisasi merupakan langkah untuk mencegah penyakit di kemudian hari dengan menyuntikan vaksin berisi kuman hidup yang dilemahkan. Ada beberapa tipe vaksin yang memang berpotensi menimbulkan demam sehingga Ibu perlu aktif berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini.

Berikan si Kecil nutrisi yang baik

Ibu, pemberian nutrisi yang baik pada si Kecil tentunya dapat menjadi penanganan yang tepat pasca imunisasi, misalnya dimulai dari pemberian ASI saat bayi. adalah cara yang paling penting untuk penanganan demam setelah imunisasi. Pemberian ASI pada bayi sama pentingnya dengan memberikan makanan bergizi seimbang untuk anak-anak agar asupan gizinya dapat terpenuhi. Dikutip dari Mencegah & Mengatasi Demam pada Balita oleh dr. M.C. Widjaja, makanan bergizi baik akan membantu mempercepat kebugaran tubuh.

Pemberian Obat dan Penanganan Lebih Lanjut

Obat antipiretik atau penurun demam tidak begitu dibutuhkan jika demam si Kecil masih di bawah 38 derajat celcius. Namun, apabila panasnya semakin tinggi dan tak kunjung turun, Ibu bisa segera melakukan penanganan seperti  pemberian obat penurun panas sesuai dosis.

Imunisasi terkadang memang menimbulkan reaksi sesudahnya, Ibu hanya tidak perlu cemas secara berlebihan dan segera menghubungi dokter jika demam dan terdapat kelainan seperti noda merah pada kulit.
Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi DPT dan Campak


Berikut 15 Tips Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi DPT danCampak

Imunisasi atau vaksinasi adalah salah satu cara yang terbukti ampuh menjaga tubuh dari serang beberapa jenis penyakit. Dengan memberikan vaksinasi melalui suntikan maupun oral bisa menyelamatkan generasi selanjutnya dari serangan penyakit yang berbahaya dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh agar menjadi semakin kuat. Bayi yang belum dapat menerima perubahan lingkungan akan dikhawatirkan lebih gampang terserang penyakit, dengan melakukan imunisasi tingkat bahaya yang bisa menyerang bahkan mengancam bayi bisa kalian perkecil daripada bayi yang tidak mendapatkan imunisasi.

Jenis – Jenis Imunisasi

Imunisasi merupakan sesuatu hal yang wajib kalian lakukan selama perkembangan bayi. Salah satunya adalah :

Imunisasi BCG yang tidak bisa mengakibatkan perubahan pasca penyuntikan pada bayi.
Imunisasi Hepatitis B bisa diberikan sebanyak 3 kali tapi biasanya akan diikuti dengan keluhan seperti munculnya nyeri serta demam ringan. Meskipun keluhan yang muncul biasanya berbeda dengan bayi lainnya.
Imunisasi Polio buat mencegah penyakit polio biasanya jarang menyebabkan efek samping.
Imunisasi campak buat penyakit campak juga salah satu yang jarang memberikan efek samping buat sebagian bayi, jika muncul reaksi biasanya bayi akan mengalami demam atau diare. Baca juga : Ciri Ciri Demam Berdarah pada Bayi
Imunisasi DPT yang bisa menimbulkan  efek samping berupak berkurangnya nafsu makan.
Beberapa bayi juga mengeluhkan nyeri pada area bekas suntikan, muntah hingga demam. Manfaat imunisasi tidak bisa kalian ragukan lagi, tetapi beberapa diantara yang perlu kalian khawatirkan setelah imunisasi bayi yaitu mengalami peningkatan suhu badan pada buah hati kalian. Jika demikian apa yang harus kalian lakukukan? kalian tidak perlu panik dengan beberapa imunisasi seperti pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) yang biasanya akan mengakibatkan perubahan suhu badan atau demam pada bayi kalian. Bayi bisa saja mengalami yang namanya kesulitan tidur, menjadi mudah menangis serta gelisah. Kalian tidak perlu khawatir, karena ini bukan berarti vaksin yang tidak cocok, perubahan suhu badan atau demamlah yang bisa menyebabkan bayi kalian merasa tidak nyaman.

Bahkan berhasil maupun tidaknya imunisasi dapat kalian lihat setelah imunisasi, biasanya akan ditandai demam atau perubahan suhu badan yang akan meningkat, disertai dengan bengkak pada sekitar area suntikan. Pemberian vaksin bisa saja mengakibatkan peningkatan suhu tubuh, buat kalian yang baru saja mempunyai bayi tentu sering kali membuat panik, serba salah terkadang beberapa ibu menjadi ikut menangis karena tidak tega terhadap kondisi bayi.

Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi

Walaupun sebelumnya kalian sudah diberi tahu mengenai hal-hal yang timbul pasca imunisasi.  Seperti perubahan yang dialami oleh bayi, kalian juga bisa langsung meminta obat penurunan panas sebagai bentuk antisipasi terhadap peningkatan panas yang sewaktu-waktu muncul. Jika panas bayi hanya mencapai 38 derajat celcius, kalian tidak perlu memberikan obat penurun panas. Berikut cara yang bisa kalian lakukan buat mengurangi suhu badan atau demam yang tinggi pada bayi setelah imunisasi. Baca Juga :  Penyebab Demam Pada Bayi

1. Memberikan Asi

Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin, bisa menjadi salah satu cara menurunkan demam. Ini dikarenakan kandungan ASI mengandungi zat yang bisa menggurangi peningkatan suhu badan. Dengan memperbanyak asupan cairan buat bayi bisa membantu mencegah bayi mengalami dehidrasi. Misalnya dengan memberikan bayi air putih yang cukup, bisa juga memberikannya sari buah, maupun makanan lainnya yang berbentuk cair. Buat bayi di bawah 1 bulan, sebaiknya kalian hanya perlu menyusui ASI yang cukup.

2. Mendekap Bayi

Selain itu kalian juga bisa mendekap bayi, karena dengan memberikannya dekapan dari anda ini bisa meningkatkan zat antinyeri yang akan menurunkan rasa sakit pada bayi.

3. Berikan Baju Yang Tidak Terlalu Tebal

Saat bayi kalian mengalami demam, jangan pernah memakai bedong maupun selimbut tebal. Yang perlu kalian lakukan adalah memberikan baju yang mudah menyerap keringat pada bayi kalian.

4. Mengompres Dengan Air Hangat

Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi Selain itu kalian juga bisa mengompres memakai air hangat buat bayi kalian yang terkena demam. Ini juga akan menurunkan resiko kejang-kejang daripada mengompresnya menggunakan air dingin.


5. Mengompres Bekas Suntikan Imunisasi

Selain itu, dengan memberikan kompresan air hangat ini juga bisa mengurangi pembengkakan yang terjadi setelah suntikan imunisasi. Kebanyakan bayi akan merasakan nyeri pada area bekas suntikan saat tidak sengaja tersentuh sehingga membuat bayi merasa tidak nyaman.

6. Memberikan Pijatan

Tak hanya itu saja, kalian juga bisa memberikannya pijatan halus yang akan membuat bayi merasa nyaman. Pijatan ini juga akan membantu mengurangi rasa nyeri akibat suntikan imunisasi.

7. Pantau Kondisi Bayi

Biasanya kenaikan suhu badan pada bayi kalian akan meningkat sekitar 38- 40 derajat celcius. Panas badan mereka biasanya akan menurun dengan sendirinya dengan jangka waktu kurang lebih 1-2 hari. Ketika bayi kalian mengalami panas yang melebihi 38 derajat celcius, kalian bisa memberikannya obat penurun panas tentunya yang sesuai dengan anjuran dokter. Bila demam tidak kunjung turun bahkan mempunyai riwayat kejang kalian harus segera berkonsultasi dengan dokter buat memberikan penanganan lebih lanjut.

Rajin mengontrol suhu tubuh anak dengan termometer yang tepat untuk anak / bayi. Contohnya untuk bayi usia 0 hingga 3 bulan, pakailah termometer yang digunakan lewat anus, untuk bayi 3 bulan hingga 4 tahun bisa digunakan termometer anus maupun yang dipakai lewat mulut. Untuk anak usia 4 tahun ke atas gunakan termometer yang dipakai lewat mulut. Sebaiknya hindari menebak suhu tubuh anak jangan hanya dengan tangan, pakailah termometer.

9. Jangan Menggunakan Alkohol

Kompres bayi kalian dengan memakai air hangat dengan suhu 30 hingga 32 derajat celcius. Hindari menggunakan air dingin atau alkohol saat kalian mengompres bayi kalian, karena ini justru bisa memicu penyempitan pembuluh darah pada bayi yang justru bisa mengakibatkan suhu panas terperangkap di dalam tubuh bayi kalian. Selain itu, dengan memakai alkohol jugs bisa meningkatkan resiko terjadinya keracunan jika kandungan alkohol terserap ke kulit bayi.

10. Memberikan Makanan Bertekstrur Lembut

Tak hanya itu, kalian juga bisa memberikan makanan bayi yang bertekstur lembut serta rendah serat . Tapi kalian harus tetap memperhatikan gizi agar seimbang, ini untuk memperkuat daya tahan pada tubuh bayi. Kalian bisa memberikan makanan lain seperti biskuit, roti, sereal, atau bubur. Hindari memberikan makanan yang pedas pada bayi yang mengalami demam.

11. Istirahat Yang Cukup

Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi Jangan lupa untuk memastikan bayi kalian mendapatkan istirahat yang cukup. Hal ini agar bayi bisa beristirahat dan tidak terus rewel atau menangis karena merasa tidak nyaman dengan demam serta nyeri akibat imunisasi.

12. Perhatikan Suhu Ruangan

Jangan lupa untuk menidurkan atau membaringkan bayi kalian di suhu ruangan yang nyaman. Seperti didalam kamar yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin, karena suhu ruangan yang nyaman akan mempengaruhi kualitas tidur bayi kalian.

13. Memandikan Bayi Dengan Air Hangat

Jika kalian ingin memandikan bayi kalian yang mengalami demam, mandikanlah dengan menggunakan air hangat. Jangan lupa untuk memastikan air yang digunakan tidak terlalu panas buat kulit bayi. Mandi air hangat ini akan membuat bayi menghirup udara hangat yang bisa membantu  melancarkan pernapasannya. Selain itu dengan mandi menggunakan air hangat akan membuat tubuh bayi kalian menjadi rileks. Baca juga : Cara Menurunkan Demam Anak


14. Memberikan Obat Penurun Demam

Jika kalian ingin memberikan obat penurun panas, kalian bisa mememberikannya obat seperti paracetamol, acethaminophen, atau buprofen. Obat ini bisa membantu meringankan demam pada bayi kalian. Buat anak-anak yang berusia 3 bulan kebawah, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum kalian memberikan obat-obatan penurun panas ini. Jangan juga terlalu terburu-buru untuk memutuskan memberikan obat-obatan ini, jadikan cara menurunkan demam yang ini sebagai pilihan terakhir. Jika suhu badan bayi kalian  tidak  kunjung turun bahkan mulai muncul pertanda akan mengalami kejang. Berikan obat-obatan ini kalau suhu tubuh bayi kalian sudah di atas 38 derajat celcius.

15. Segera Bawa Ke Dokter

Segera membawa bayi kalian ke dokter jika suhu bayi dengan usia dibawah 3 bulan telah melebihi 38 derajat celcius. Suhu bayi dengan usia diantara 3 sampai 6 bulan telah diatas 39 derajat celcius. Ata jika bayi kalian yang berusia diatas 6 bulan mengalami demam yang disertai dengan muntah, kejang, sesak nafas, nyeri otot, bahkan mulai muncul ruam pada kulit, serta sakit kepala berat. Jika bayi kalian mengalami demam yang sudah berlangsung selama lebih dari 3 hari. Atau saat bayi kalian tidak mau meminum ASI serta menangis terus menerus. Atau jika bayi kalian tidur terus menerus, serta badan yang terlihat lemas kalian perlu waspada dan jangan menganggap sepele.

Berikut adalah penjelasan dari Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi yang wajib anda ketahui karena dengan cara ini anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar dan tidak perlu mengunjungi dokter karena dengan cara alami ini anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan.


Demikianlah Artikel Cara Mengatasi Demam Pada Bayi Setelah Imunisasi DPT dan Campak,
Semoga dapat menambah ilmu dan bermanfaat bagi anda semua yang membacanya. (www.goodtohealth.com).*
Goodtohealth,Media Online, informasi kesehatan terlengkap,berita kesehatan,seputar kesehatan dan penyakit,kesehatan wanita,kesehatan pria,kesehatan anak-anak,menjaga kesehatan tubuh,hidup sehat,tip kesehatan,tips tips kecantikan, makanan sehat,obat alami, pengobatan, hidup sehat,bahaya penyakit,Bayi,Diet,Kecantikan,Kesehatan Gigi,Manfaat Buah,Manfaat Tanaman

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel